+62 816 4290 580 info@rezzaanggara.com

Secara harfiah, Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Sedangkan dalam istilah psikologi, psikosomatis merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan masalah pada fungsi tubuh meski tidak tampak kelainan pada pemeriksaan medis. Psikosomatis atau yang dikenal juga dengan istilah somatisasi adalah gangguan psikis yang memicu timbulnya gangguan pada fisik atau dengan kata lain, ini adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif atau masalah emosi misalnya merasa berdosa, stress, depresi, kecewa, kecemasan yang berlebih atau masalah emosi negatif lainnya. Memang tidak diragukan lagi bahwa pikiran memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan fisik seseorang. Pikiran juga dapat memicu timbulnya berbagai gejala fisik, misalnya saat orang merasa takut atau terkejut maka denyut jantung cenderung akan meningkat, gemetar, berkeringan bahkan nyeri dada.

Penyakit mental juga sangat berpengaruh pada kondisi fisik seseorang. Misalnya pada saat menderita penyakit mental seperti stress, depresi atau lainnya Anda mungkin jadi tidak bernafsu makan, malas untuk beraktivitas, bersosial atau bahkan sekedar untuk mengurus diri sendiri. Kondisi ini tentu saja akan berdampak pada masalah atau penyakit fisik yang mungkin akan bermunculan. Beberapa penyakit fisik dianggap sangat rentan ditimbulkan atau diperparah oleh faktor mental seperti stres dan rasa cemas. Namun ada juga penyakit yang susah diklasifikasikan sebagai gangguan psikosomatis. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika faktor mental memunculkan gejala penyakit tetapi penyakit itu sendiri tidak bisa ditemukan atau dideteksi atau mengeluh sakit yang tidak sesuai gejalanya, keadaan ini juga dikelompokkan sebagai gangguan psikosomatis.

Dalam kondisi psikomatis pikiran mendominasi fisik. Untuk menangani kondisi ini, maka lebih efektif untuk diatasi dengan penggunaan kekuatan sugesti dan berpikir positif. Ini adalah cara yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan fisik, karena selain sulit untuk dideteksi secara medis, kondisi psikomatis juga tidak cukup ampuh untuk disembuhkan dengan obat-obatan medis. Pada gangguan psikosomatis, gangguan mental memainkan peranan penting dalam perkembangan penyakit fisik. Karena itu solusi paling tepat adalah dengan mengatasi sumber dari gangguan itu sendiri. Karena ketika kondisi psikis seseorang sudah kembali pulih, maka secara otomatis penyakit fisik juga akan menghilang dengan sendirinya.

Gangguan psikosomatis diduga dapat diatasi atau diringankan dengan psikoterapi, termasuk juga dengan mengonsumsi anti depresan atau obat penghilang rasa, latihan relaksasi, teknik distraksi atau counseling, hipnosis dan fisioterapi. Menggunakan bantuan dari seorang hynoterapist bisa menjadi alternative untuk Anda bisa mengatasi psikomatis. Mereka akan membantu Anda untuk mengidentifikasi, mengatasi dan bahkan membantu untuk pencegahan terulangnya psikomatis di kemudian hari. Berbagai tahapan mungkin diberikan, diantaranya adalah dengan menjelaskan bahwa stres dapat membuat gejala menjadi buruk. Oleh karena itu, bantu klien meredakan stres agar dapat meningkatkan kesehatan. Kemudian diikuti dengan membangun ikatan kepercayaan karena rasa percaya ini memang sangat dibutuhkan untuk bisa mengoptimalkan proses penanganan. Seorang terapis akan lebih fokus pada aspek kognitif dan emosional pasien serta membantu klien meredakan pikiran yang berlebihan, perasaan dan perilaku yang berkaitan dengan gejala penyakit yang dialami, dan melacak hal apa yang memperburuk gejala yang dialami. Beberapa rekomendasi juga mungkin diberikan, misalnya untuk melakukan meditasi, memberikan obat antidepresan untuk meminimalisir dampak dari penyakit yang timbul serta memberikan berbagai terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari pasien itu sendiri.

 

Call

Hi, Klik kontak dibawah untuk memulai chat melalui WhatsApp

Chat melalui WhatsApp